Gejala bursitis

Munculnya rasa sakit dan kemerahan pada bagian area sendi yang meradanga adalah salah satu khas dari gejala bursitis itu sediri. Rasa sakit tersebut dapat dengan mudah semakin parah jika kita berherak terlalu banyak sehingga bursitis tadi akan memunculkan gejala nyeri dan kaku yang pada umumnya bisa terjadi dibagian seluruh tubuh. Akan tetapi lebih sering terjadi pada bagian sendi atau yang sering digerakkan seperti siku, lutut dan pinggul. Ada beberapa faktor yang harus kita ketahui tentang ciri-ciri yang lebih rentan terkena bursitis itu sendiri. Dintaranya:

  • Diabetes dapat meningkatkan bursitis itu sendiri.

Diabetes adalah penyakit yang berlangsung lama atau bisa dibilang kronis. Hal ini bisa ditandai oleh faktor kadar gula darah yang tinggi atau diatas nilai normal. Glukosa yang menumpuk didalam darah karena tidak terserap dengan baik justru akan mengakibatkan gangguan pada organ tubuh lainnya. hal ini jika tidak terkontrok diabetes juga dapat mengancam jiwa karena semakin memburuk

  • Profesi atau hoby yang memerlukan gerakan berulang-ulang, menonton, dan memberi tekanan pada bagian tertentu synovium. Misal, pelukis, tukang kebun, dan musisi, bersandar pada siku untuk waktu yang cukup lama, benturan yang terlalu keras atau jongkok terlalu lama ketika menyikat lantai. Dan penyebabyang satu ini memang paling umum terjadi karena gerakan atau tekanan pada sekitar sendi yang dilakukan secara berulang-ulang.
  • Usia semakin tua, hal ini lebih banyak memiliki resiko terkena penyakit bursitis. Akan tetapi tidak sepenuhnya penyakit bursitis dapat disebabkan oleh faktor yang telah disebutkan tadi, konsultasikan pada dokter untuk mengetahui lebih jauh tentang penyakit bursitis itu sendiri. Hanya saja, beberapa referensi mengatakan bahwa bursilis terjadi dari faktor yang telah disebutkan tadi.[1]

“dilansir dari laman Alodokter” ada beberapa penyebab dari timbulnya gejala bursitis itu

Sendiri yang perlu kita waspadai agar tidak terjadi pada diri kita ataupun keluarga apalagi snag buah hati. Diantaranya adalah:

  • Infeksi bakter

Kekebalan tubuh yang rendah dapat memicu masuknya bakteri dengan mudah. Gejala bursitis yang disebabkan oleh bakteri tersebut dinamakan bursitis septik, selainrasa sakit juga penderita tersebut akan mengalami gejala tambahan seperti kerusakan pada kulit diarea yang mengalami peradangan, selutulis atau infeksi pada lapisan kulit dalam, dan disertai demam tinggi hingga menggigil. Kekebalan tubuh menjadi rendah bisa disebabkan oleh minuman alkohol dan lainnya, sehingga tubuh dengan mudah terinfeksi oleh bakteri.

  • Cedera

Berulang kali menekuk siku atau mengangkat beban yang beresiko pada bahu, juga berjalan atau berlari secara berlebihan yang menyebabkan resiko besar terhadap pergelangan kaki. Hal ini yang membuat cedera dan menimbulkan gejala bursitis itu terjadi. maka disarankan agar tidak melakukan gerakan berulang pada otot.

  • Komplikasi dari suatu penyakit

Penyakit lainnya juga dapat menimbulkan penyakit bursitis ini terjadi. misal, penyakit asam urat, ankylosing spondylitis, dan skleroderma. Itulah salah satu penyebab seseorang mengalami bursitis.

  • Kecelakaan

Gejala bursitis adalah munculnya pembengkakan atau peradangan, dan hal ini dapat timbul karena faktor dari kecelakaan, jatuh atau benturan yang dialami. Sehingga, ketika bursa mengalami cedera maka jaringan didalamnya mengalami iritasi dan berlanjut sampai pada pembengkakan disertai peradangan

            Pada kasus bursitis yang bisa dikatakan parah, dokter akan melakukan beberapa tindakan diantaranya, melakukan aspirasi sepertihalnya metode penyedotan cairan bursa yang bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan memulihkan kemampuan gerak sendi. Cara lainnya juga dilakukan pengangkatan bursa untuk bursitis septik yang tidak mempan dengan pengobatan antibiotik. Yang terakhir memberikan suntikan pengobatan kortikosteroid.


[1] Sumber referensi Hellosehat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *